Postingan

Mekanisme bersaing reaksi SN1 dan E1

Gambar
Reaksi substitusi dan eliminasi selalu  berkompetisi satu sama lain, sebenarnya ini hanya  letak tempat suatu basa menyerang.  jika terjadi  pada karbon dengan gugus lepas akan terjadi reaksi substitusi, jika serangan berhenti pada Hidrogen maka yang terbentuk adalah  reaksi eliminasi, pada umumnya basa kuat akan menyerang proton sedangkan basa lemah akan menyerang karbon Faktor selanjutnya adalah besarnya suatu Nukleofil, untuk reaksi substitusi terjadi,  Nukleofil harus bisa  masuk diantara karbon substitusi, jika dibandingkan dengan serangan pada Hidrogen. Serangan pada Hidrogen itu lebih mudah  jadi suatu basa yang besar(bulky) akan lebih mungkin untuk reaksi eliminasi.  Pada hasil reaksi akan diperoleh produk dengan bentuk konformasi yang berbeda-beda, akan diproleh anti periplanar, antiperplanar ini merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sudut ikatan antar komponennya. Mengubahnya kedalam proyeksi Newman. Semen...

MEKANISME REAKSI E1 (Eliminasi Unimolekuler)

Gambar
Mekanisme reaksi E1 (Eliminasi unimolekuler) dikatakan uni karena pada mekanismenya, terjadi ionisasi dan penyerangan pertahap (2 tahap). Tidak seperti E2 yaitu terdapat proses ionisasi dan penyerangan dalam 1 tahap jadi terdapat dua molekul yang sama-sama beraktivitas.  Mekanisme reaksi E1 ini sama seperti SN 1  yaitu berlangsung dalam satu tahap. Berikut contoh reaksi E1 Yang pertama adalah tahap ionisasi, sama seperti reaksi-reaksi SN1 yaitu terjadi pelepasan gugus pergi dari substratnya. Sehingga menghasilkan  karbokation dan Br-. Proses pelepasan gugus pergi  ini berlangsung lambat karena membutuhkan banyak energi.  Kemudian tahap yang kedua adalah penyerangan Basa terhadap Atom H, ini merupakan perbedaan antara SN1 dan E1. Jika pada SN1 yang melakukan penyerangan adalah Nukleofilik ke karbokation, akan tetapi pada reaksi E1 yang melakukan penyerangan adalah Basa ke atom Hidrogen. P ada proses pengikatan basa terhadap hidrogen,  hidrogen ya...

MEKANISME REAKSI E2

Gambar
     Reaksi mekanisme E2 (Eliminasi bimolekuler) merupakan eliminasi yang terjadi pada 2 molekul sekaligus dalam satu senyawa. E2 lebih mudah terjadi ketika direaksikan dengan basa kuat dan alkil halida (sebagai gugus pergi) Mekanismenya dapat dilihat pada reaksi berikut:      Reaksi ini tidak membentuk karbo kation, melainkan terjadi reaksi serempak, mirip seperti SN2 namun pada E2 ini ada 3 hal yang terjadi dalam satu waktu, yaitu basa kuat akan membentuk ikatan dengan H beta (H+), kemudian elektron pada ikatan H beta dengan C beta akan membentuk ikatan rangkap untuk C beta dan C alfa dan Br dan  pasangan elektronnya melepas dari C alfa membentuk Br-, melepasnya Br disebabkan oleh C, C hanya mampu mengikat 4 atom saja berdasarkan elektron valensi yang dimilikinya. Reaksi E2 ini berlangsung dengan suhu tinggi Sehingga di produk diperoleh alkena, alkohol dan ion bromida.  Dilain sisi reaksi Eliminasi ini dapat juga dikatan sebagai reak...

REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK 1 (SN1)

Gambar
SN1 merupakan singkatan dari Substitusi Nukleofilik 1, pada reaksi ini akan terjadi 2 proses, yaitu tahap pelepasan gugus pergi serta tahap penyerangan Nukleofilik. Baiklah  data ini saya peroleh dari salah satu blog yang ada di internet. Disini saya akan hanya membahas mengenai reaksi SN1 dan berfokus pada syarat yang berada pada tabel hijau tepatnya  nomor 14 mengatakan bahwa SN1 lebih mudah terjadi pada suhu rendah daripada suhu tinggi, jika pada suhu rendah akan terjadi E1 sedangkan pada suhu tinggi akan melalui E2. Untuk mengenai perbedaan SN1, SN2, E1 dan E2 bisa dilihat pada link berikut. https://www.ilmukimia.org/2013/04/perbedaan-mekanisme-sn2-sn1-e1-dan-e2.html Jika dilihat berdasarkan tahapan  reaksi,  SN1  terjadi dalam  dua tahap yang pertama adalah tahap pelepasan gugus pergi dengan sendirinya yang kedua adalah tahap penyerangan Nukleofil.  Namun dalam hal ini dikatakan bahwa SN1 bereaksi pada suhu rendah, kemudian yang akan k...

MEKANISME REAKSI SN2

Gambar
     Substitusi Nukleofilik adalah sebuah reaksi substitusi yang dimana pada reaksi tersebut terjadi penggantian gugus lepas oleh nukleofil.  Nukleofil adalah  molekul yang kaya akan elektron, dan dominan menyerang molekul yang bermuatan positif dalam suatu reaksi kimia. Reaksi substitusi ini dibagi menjadi dua bagian yaitu SN1 dan SN2. Pada materi kali ini yang akan kita bahas adalah mengenai SN2.      Apa itu SN2? SN2 adalah singkatan dari Substitusi Nukleofilik 2 (bimolekuler). Terdapat dua molekul yang bereaksi dalam sistem reaksi tersebut.  Pada reaksi SN2, ada dua hal yang sangat penting yaitu Nukleofil (Nu) dan gugus pergi. Nukleofil adalah molekul yang kaya akan elektron dan gugus pergi adalah molekul anionik, pada umumnya gugus pergi berasal dari golongan unsur Halida (X). Mekanisme reaksinya dapat dilihat pada reaksi berikut:       Ketika Nukleofilik bereaksi dengan substrat maka akan menghasilkan pro...

KAJIAN STEREOKIMIA SENYAWA KHIRAL HASIL MODIFIKASI

Gambar
Stereoisomer merupakan salah satu sub materi kimia, yaitu membahas mengenai bentuk tiga dimensi suatu molekul. Penting  dipelajari  guna untuk mengetahui sifat suatu senyawa. Karena pada dasarnya molekul suatu senyawa itu tidak diam. Mereka aktif  melakukan pergerakan, sehingga terjadi perpindahan tempat oleh setiap gugus.  Pada materi stereoisomer akan dibahas mengenai struktur geometri cis-trans, yaitu letak/posisi gugus fungsi pada suatu senyawa. Yang memiliki letak gugus fungsi sama besar pada satu sisi disebut cis dan yang memiliki gugus fungsi yang sama besar terletak  berseberangan arah disebut trans. Bentuk senyawa yang akan dibahas dalam materi ini adalah molekul kiral, suatu senyawa dikatakan kiral apabila atom C mengikat 4 gugus yang berbeda, perbedaan ini dimaksudkan agar mempermudah dalam menentukan konfigurasi R dan S Senyawa kiral juga memiliki bentuk modifikasi dalam hal penulisan strukturnya, biasa disebut sebagai proyeksi, dikatakan proyeksi ka...

ISOMER GEOMETRI CIS-TRANS DAN PENAMAAN ISOMER E/Z

Gambar
     Pada materi kedua  ini kita akan membahas mengenai stereokimia. Stereokimia adalah salah satu sub judul kimia yang mana padanya dilakukan penataan struktur molekul atom didalam suatu ruang, atau dengan kata lain stereokimia adalah peletakan  struktur suatu molekul didalam dimensi ruang. Atau mungkin lebih jelasnya, stereokimia ini adalah membahas mengenai bentuk asli suatu molekul secara fisik, sehingga dalam pembahasan ini perlu menggunakan permodelan molekul.       Beberapa aspek penting dalam materi streokimia ada yang namanya isomer struktur dan isomer geometri. Sekedar untuk menambah ilmu bahwa isomer adalah suatu bentuk senyawa dengan rumus molekul sama tetapi rumus strukturnya  yang berbeda. Salah satu isomer itu adalah isomer geometri, yaitu memiliki rumus molekul dan struktur sama akan tetapi penatannya pada ruang dimensi yang berbeda. Cis adalah suatu bentuk geometri molekul, yang dimana letak gugus yang paling besar terle...